Dalam proyek konstruksi modern, floordeck atau yang juga dikenal sebagai bondek menjadi solusi populer untuk sistem lantai beton karena:

  • Pemasangannya praktis
  • Mempercepat proses pengecoran
  • Berfungsi sebagai bekisting permanen

Namun di lapangan, masih sering ditemui masalah bondek melengkung atau lendut, baik saat pengecoran berlangsung maupun setelah beton mengeras.

Jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada tampilan lantai, tetapi juga berpotensi menurunkan performa struktur.

Karena itu, memahami penyebab dan cara pencegahannya menjadi langkah penting sebelum menggunakan bondek di proyek bangunan.

Pilih floor deck Idealtata untuk mencegah bondek melengkung. Berikut pembahasan lengkap yang bisa dijadikan acuan sebelum dan saat pemasangan.

Penyebab Floordeck Atau Bondek Melengkung

Sebelum membahas solusi, kami melihat ada beberapa faktor utama yang sering memicu masalah ini:

1. Jarak penyangga terlalu lebar

Setiap floordeck memiliki batas bentang tertentu. Jika jarak antar balok atau steger melebihi rekomendasi, lembaran bondek tidak mampu menahan beban beton basah secara optimal.

2. Ketebalan bondek tidak sesuai kebutuhan

Penggunaan bondek yang terlalu tipis untuk bentang panjang akan lebih mudah mengalami lendutan, terutama saat pengecoran awal.

3. Beban beton basah berlebihan

Pengecoran dengan volume beton yang terlalu tebal atau penumpukan di satu area dapat memberikan tekanan berlebih pada sistem lantai.

4. Perancah atau steger kurang kuat

Perancah yang tidak stabil atau jaraknya terlalu jarang membuat beban tidak terdistribusi dengan baik.

5. Kesalahan pemasangan

Arah gelombang yang tidak sesuai, overlap kurang rapi, atau tidak adanya pengaku sementara dapat meningkatkan risiko bondek melengkung.

Cara Menghindari Bondek Melengkung

1. Atur Jarak Penyangga Sesuai Standar

Mengatur jarak penyangga bukan sekadar mengikuti kebiasaan tukang, tetapi harus merujuk pada kemampuan floordeck menahan beban sementara sebelum beton mengeras.

Pada fase ini, bondek menahan beban paling berat yaitu beban dari beton basah, besi tulangan, alat kerja, dan aktivitas pekerja sekaligus.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Semakin panjang bentang, semakin besar momen lentur di tengah bentang
  • Tanpa penyangga tambahan, beban akan terkonsentrasi di bagian tengah
  • Lendutan yang terjadi saat beton masih basah berpotensi menjadi permanen

Praktik yang sering kami temui di lapangan adalah penyangga dibuat terlalu jarang demi efisiensi material. Padahal, jarak penyangga yang tidak sesuai justru meningkatkan risiko bondek melengkung dan menurunkan kualitas pelat lantai.

Bentang panjang wajib diberi support tambahan di tengah, bukan opsional.

2. Gunakan Ketebalan Bondek yang Tepat

Ketebalan bondek menentukan kekakuan (stiffness) lantai sebelum beton bekerja sebagai struktur komposit.

Bondek yang lebih tebal memiliki daya tahan lendut yang lebih baik, terutama pada bentang panjang.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Memilih bondek tipis hanya karena harga lebih ekonomis
  • Mengabaikan kombinasi antara bentang, tebal pelat, dan beban rencana
  • Menggunakan satu jenis bondek untuk semua area lantai tanpa diferensiasi

Perlu dipahami bahwa bondek tipis masih bisa digunakan, asal bentang pendek dan support mencukupi.

Namun untuk bentang besar, area komersial, atau lantai dengan beban tinggi, bondek yang lebih tebal akan jauh lebih aman dan stabil saat pengecoran.

3. Tambahkan Perancah Sementara (Support Tengah)

Perancah sementara berfungsi sebagai penopang beban kritis saat beton masih dalam kondisi basah.

Support ini bukan bagian dari struktur permanen, tetapi sangat menentukan hasil akhir lantai.

Poin penting dalam penggunaan support tengah:

  • Dipasang tepat di area dengan potensi lendutan terbesar
  • Jarak antar steger dibuat konsisten dan simetris
  • Ketinggian disesuaikan agar bondek tetap rata

Support bisa dilepas setelah beton mencapai kekuatan awal (umumnya 7–14 hari), saat pelat sudah mampu menahan bebannya sendiri.

Tanpa support sementara, floordeck berisiko turun sebelum beton sempat mengeras.

4. Lakukan Pengecoran Secara Bertahap dan Merata

Cara pengecoran sangat mempengaruhi stabilitas floordeck. Beton yang dituangkan secara tiba-tiba dalam jumlah besar akan memberikan beban kejut pada bondek.

Prinsip pengecoran yang aman:

  • Beton dituangkan sedikit demi sedikit
  • Distribusi dilakukan merata ke seluruh area
  • Tidak ada penumpukan beton di satu titik terlalu lama

Dengan metode ini, beban pada floordeck naik secara bertahap, sehingga bondek punya waktu untuk menyesuaikan diri sebelum beton mulai mengikat.

5. Pastikan Perancah dan Bekisting Stabil

Perancah yang kuat bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas pemasangan.

Perancah yang terlihat banyak namun tidak stabil tetap berisiko menyebabkan lendutan.

Hal yang wajib diperiksa:

  • Permukaan lantai tempat steger berdiri harus rata dan keras
  • Sambungan perancah terkunci dengan benar
  • Tidak ada pergerakan saat diinjak atau diberi beban

Jika perancah turun atau bergeser saat pengecoran, floordeck akan ikut melengkung mengikuti pergerakan tersebut, meskipun bondek yang digunakan sudah cukup tebal.

6. Perhatikan Sistem Pemasangan Bondek

Sistem pemasangan menentukan apakah bondek bekerja sebagai satu kesatuan atau tidak. Kesalahan kecil pada tahap ini sering menjadi pemicu masalah saat pengecoran.

Hal teknis yang wajib diperhatikan:

  • Arah gelombang bondek harus searah bentang struktur
  • Overlap antar lembar cukup agar beban terdistribusi
  • Sekrup dipasang sesuai jarak dan spesifikasi
  • Untuk bentang panjang, pengaku sementara sangat disarankan

Jika pemasangan tidak rapi dan presisi, floordeck tidak bekerja optimal, sehingga lebih mudah melendut saat menerima beban beton basah.

Apakah Bondek yang Sedikit Melengkung Masih Aman?

Sedikit lendutan saat pengecoran masih tergolong wajar, selama:

1. Tidak Melebihi Batas Desain

Lendutan pada bondek masih dapat ditoleransi selama nilainya berada dalam batas desain yang telah diperhitungkan sejak awal perencanaan struktur.

Dalam tahap konstruksi, floordeck memang dirancang untuk mengalami lendutan sementara saat menahan:

  • Beban beton basah
  • Beban tulangan
  • Beban aktivitas pekerja

Selama lendutan tersebut masih berada dalam kisaran yang diperbolehkan, bondek tetap mampu berfungsi sebagaimana mestinya dan akan dibantu oleh beton setelah mengeras.

Namun, jika lendutan terlihat berlebihan secara visual, terjadi penurunan signifikan di tengah bentang, atau terus bertambah selama pengecoran berlangsung.

Kondisi ini menandakan bahwa beban yang bekerja telah melampaui kapasitas desain floordeck dan perlu segera dikoreksi dengan penambahan support.

2. Beton Mengeras dengan Sempurna

Keamanan lantai sangat bergantung pada proses pengerasan beton yang berjalan dengan baik. Setelah pengecoran, beton harus dibiarkan mengeras secara bertahap hingga mencapai kekuatan awal yang cukup untuk bekerja sebagai satu kesatuan dengan bondek. 

Jika selama proses ini tidak terjadi gangguan, maka lendutan sementara pada floordeck umumnya akan terdistribusi dan dikunci oleh beton yang sudah mengeras.

Gangguan dapat berupa:

  • Pembongkaran perancah terlalu cepat
  • Getaran berlebih
  • Penambahan beban sebelum waktunya

Sebaliknya, apabila beton belum mencapai kekuatan yang memadai namun sudah dipaksa menahan beban tambahan, risiko lendutan permanen dan penurunan kualitas struktur lantai akan meningkat.

3. Tidak Muncul Retak atau Deformasi Permanen

Indikator penting lainnya adalah kondisi fisik setelah beton mengeras. Bondek yang mengalami lendutan wajar umumnya tidak menimbulkan retak pada permukaan beton maupun perubahan bentuk permanen pada pelat lantai. 

Jika setelah proses pengerasan muncul kondisi berikut ini menandakan adanya masalah struktural, tandanya yaitu:

  • Retak-retak yang tidak wajar
  • Permukaan lantai terasa tidak rata
  • Terlihat deformasi yang menetap di bagian bawah bondek

Deformasi permanen menunjukkan bahwa floordeck telah bekerja di luar kapasitasnya saat pengecoran, sehingga fungsi struktural lantai berpotensi menurun dan perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut sebelum bangunan digunakan.

Namun, jika lendutan terlihat cukup besar sejak awal, sebaiknya pengecoran dihentikan sementara dan support tambahan dipasang.

Saatnya Memilih Floor Deck yang Lebih Kokoh!

Masalah floordeck atau bondek melengkung bukan hanya berkaitan dengan tampilan akhir lantai, tetapi juga berhubungan langsung dengan kinerja dan kekuatan struktur secara keseluruhan.

Lendutan umumnya terjadi karena kombinasi beberapa faktor, mulai dari:

  • Jarak penyangga yang tidak sesuai
  • Ketebalan bondek yang tidak disesuaikan dengan bentang
  • Perancah yang kurang stabil
  • Proses pengecoran yang tidak dilakukan secara bertahap dan merata

Jika aspek-aspek tersebut diperhatikan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, risiko terjadinya lendutan dapat ditekan secara signifikan.

Selain metode kerja di lapangan, pemilihan material yang presisi juga memegang peranan penting.

Dengan perencanaan yang matang, pemasangan yang tepat, serta penggunaan material berkualitas, floordeck bondek dapat menjadi solusi lantai yang efisien, aman, dan tahan lama untuk berbagai jenis proyek konstruksi. Lihat spesifikasi floordeck Idealtata yang lebih kokoh dan presisi dari Idealtata.